Review Anime Demon Lord, Retry!

review-anime-demon-lord-retry

Review Anime Demon Lord, Retry!. Anime Demon Lord, Retry! kembali menjadi sorotan di awal 2026 setelah kehadiran sekuelnya, Demon Lord, Retry! R, yang tayang pada akhir 2024. Serial isekai ini mengikuti Akira Oono, seorang pekerja kantor biasa yang tiba-tiba terpanggil ke dunia game MMORPG buatannya sendiri sebagai Hakuto Kunai, sang Demon Lord yang overpower. Di musim pertama yang rilis 2019, ia membangun desa, merekrut sekutu seperti Aku dan Luna, serta menghadapi berbagai ancaman sambil menyembunyikan identitas aslinya. Sekuelnya melanjutkan petualangan dengan fokus pada ekspansi wilayah, pertemuan entity misterius di dungeon, dan perjalanan ke Hellion Territory yang penuh Grand Devils. Meski menuai kritik, serial ini tetap digemari karena humor dewasa, aksi ringan, dan protagonis yang lebih matang dibanding isekai pada umumnya. BERITA BOLA

Alur Cerita dan Karakter Utama: Review Anime Demon Lord, Retry!

Alur Demon Lord, Retry! terasa segar karena protagonisnya bukan remaja, melainkan pria dewasa yang pragmatis. Di musim pertama, Hakuto Kunai membangun Rabbit Village dari nol, merekrut karakter unik seperti Holy Maiden Luna yang obsesif dan Killer Queen yang kuat. Cerita penuh momen komedi dari kesalahpahaman identitasnya sebagai Demon Lord sejati, ditambah aksi melawan korupsi gereja dan monster.

Sekuel R memperluas dunia dengan menambahkan penasihat baru bernama Akane, seorang optimis yang membawa kekacauan lucu. Kunai melanjutkan pencarian item anti-sihir sambil mengelola bawahan seperti Isami Tahara dan Yuu Kirino. Konflik lebih intens di wilayah iblis, dengan hijinks yang semakin gila antar kelompok. Karakter pendukung mendapatkan sorotan lebih, meski beberapa terasa kurang konsisten karena perubahan desain. Secara keseluruhan, alur tetap menghibur dengan campuran petualangan, komedi, dan sedikit intrik politik, meski mengikuti formula isekai klasik tanpa inovasi besar.

Kualitas Produksi dan Elemen Visual: Review Anime Demon Lord, Retry!

Produksi musim pertama menawarkan animasi standar dengan efek aksi yang cukup memuaskan dan desain karakter yang lebih dewasa. Adegan pertarungan dinamis, didukung soundtrack energik yang mendongkrak suasana. Pengisi suara utama berhasil menyampaikan nuansa cool tapi bijaksana dari Kunai.

Namun, sekuel R mendapat banyak kritik di aspek ini. Perubahan studio menyebabkan redesign karakter yang lebih kartun dan childish, membuat beberapa tokoh seperti Holy Maidens terlihat tidak recognizable. Animasi sering terasa kaku, dengan banyak still frame dan gerakan kurang halus, terutama di scene aksi. Pengisi suara sebagian besar diganti, yang mengurangi chemistry dari musim sebelumnya. Meski begitu, elemen humor visual tetap kuat, dan musik latar masih mendukung momen kocak. Secara visual, sekuel ini terasa seperti langkah mundur, meski cerita dasarnya tetap menarik.

Penerimaan Penggemar dan Prospek Masa Depan

Deman Lord, Retry! mendapat respons campuran sejak awal, dengan skor rata-rata sekitar 6.5-6.6 di komunitas anime. Musim pertama dipuji karena protagonis dewasa yang relatable dan humor santai, cocok untuk hiburan ringan tanpa drama berat. Sekuelnya justru menuai kekecewaan besar dari penggemar lama karena perubahan drastis, mulai dari animasi hingga desain, yang dianggap menurunkan kualitas secara signifikan.

Hingga awal 2026, diskusi online masih ramai membandingkan kedua musim, dengan banyak yang menyarankan membaca light novel untuk pengalaman lebih baik. Materi sumber masih berlimpah karena novel dan manga terus berlanjut, tapi belum ada tanda-tanda musim baru mengingat respons negatif terhadap sekuel. Serial ini tetap menjadi contoh isekai yang menargetkan penonton dewasa, meski eksekusi produksi menjadi penghalang utama.

Kesimpulan

Deman Lord, Retry! dan sekuelnya menawarkan paket isekai yang unik dengan protagonis matang dan humor dewasa, tapi terganjal oleh penurunan kualitas di musim kedua. Bagi penggemar yang mencari cerita santai dengan aksi overpower dan komedi, musim pertama layak ditonton sebagai hiburan mindless. Sekuelnya bisa dilewati jika sensitif terhadap perubahan visual, atau dicoba untuk kelanjutan alur. Secara keseluruhan, serial ini membuktikan potensi formula isekai sederhana, tapi juga risiko saat produksi tidak konsisten. Di tengah banjir isekai baru, petualangan Kunai masih punya tempat bagi yang menyukai pendekatan lebih rileks dan grown-up.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *