Review Anime Saint Seiya

Review Anime Saint Seiya

Review Anime Saint Seiya. Saint Seiya tetap menjadi salah satu anime klasik yang paling berpengaruh dalam genre shonen dan petualangan epik. Tayang pertama kali pada akhir 1980-an, seri ini mengikuti perjalanan lima prajurit muda yang mengenakan armor suci untuk melindungi dewi Athena dari berbagai ancaman mitologi. Meski sudah berusia puluhan tahun, cerita tentang persahabatan, pengorbanan, dan pertarungan melawan dewa-dewa masih terasa kuat dan sering ditonton ulang oleh generasi baru. Di tengah maraknya anime modern yang penuh efek visual canggih, Saint Seiya justru menonjol karena kekuatan narasi emosional, desain karakter ikonik, dan semangat heroisme yang tulus. Review ini mencoba melihat mengapa karya ini masih layak disebut legenda hingga sekarang.  BERITA VOLI

Dunia Mitologi yang Kaya dan Konsisten: Review Anime Saint Seiya

Dunia Saint Seiya dibangun atas mitologi Yunani yang diadaptasi dengan cara unik. Para Saint adalah prajurit yang melindungi dewi Athena, masing-masing mengenakan Cloth (armor) yang terinspirasi dari rasi bintang. Setiap Cloth punya desain dan kekuatan khusus yang selaras dengan karakter pemakainya—dari Pegasus yang lincah hingga Dragon yang kokoh. Cerita tidak hanya berhenti di pertarungan fisik; ia menyelami konflik kosmik antara dewa-dewa, kekuatan kosmik, dan nasib umat manusia.

Konsistensi dunia ini sangat kuat. Setiap arc—mulai dari Sanctuary hingga Hades—memperluas mitologi tanpa merusak fondasi awal. Detail kecil seperti Cosmos (energi batin) dan Gold Saint dijelaskan secara bertahap tapi tetap logis. Tidak ada retcon besar atau perubahan mendadak; semuanya terasa seperti satu cerita panjang yang saling terhubung. Pendekatan ini membuat penonton merasa sedang menjelajahi mitos hidup yang luas dan penuh misteri, bukan sekadar rangkaian pertarungan acak.

Karakter yang Ikonik dan Penuh Semangat: Review Anime Saint Seiya

Lima Saint utama—Pegasus, Dragon, Cygnus, Andromeda, dan Phoenix—punya kepribadian yang sangat berbeda tapi saling melengkapi. Pegasus yang penuh semangat dan tidak pernah menyerah menjadi jantung cerita, sementara Dragon yang tenang dan setia memberikan keseimbangan. Cygnus yang dingin tapi peduli, Andromeda yang lembut tapi kuat, serta Phoenix yang penuh amarah dan trauma menciptakan dinamika kelompok yang hangat dan realistis.

Perkembangan karakter terasa sangat tulus. Mereka tidak langsung jadi pahlawan sempurna—banyak yang awalnya egois, penuh dendam, atau ragu. Melalui pertarungan dan pengorbanan bersama, mereka belajar tentang kepercayaan, persahabatan, dan arti melindungi orang lain. Bahkan antagonis seperti Gold Saint atau Hades diberi motivasi yang kompleks, sering kali lahir dari kesetiaan buta atau trauma masa lalu. Karakter-karakter ini membuat penonton mudah terikat secara emosional—bukan hanya menyukai kekuatan mereka, tapi juga perjuangan batin dan ikatan persahabatan yang terbentuk sepanjang cerita.

Aksi Epik dan Momen Emosional yang Menggetarkan

Pertarungan di Saint Seiya termasuk yang paling ikonik dalam anime. Setiap duel dibangun dengan ketegangan tinggi: armor yang rusak perlahan, Cosmos yang meledak, dan serangan pamungkas yang spektakuler. Teknik seperti Pegasus Ryu Sei Ken atau Dragon Ascendant tidak hanya keren secara visual, tapi juga punya makna emosional—sering kali digunakan saat karakter berada di titik terendah.

Momen emosional juga menjadi kekuatan besar. Adegan pengorbanan, pidato tentang persahabatan, atau pengakuan rasa sakit masa lalu sering membuat penonton terharu. Musik latar yang dramatis, terutama OST klasik dengan nada orkestra megah, memperkuat setiap klimaks hingga terasa menggetarkan. Animasi di era awal mungkin terasa sederhana dibandingkan standar sekarang, tapi justru kesederhanaan itu yang membuat fokus tetap pada emosi dan intensitas pertarungan, bukan efek visual berlebihan.

Kesimpulan

Saint Seiya adalah anime yang berhasil menggabungkan mitologi epik, pertarungan spektakuler, dan perkembangan karakter yang mendalam dengan cara yang tulus dan menginspirasi. Dunia yang kaya, karakter yang ikonik serta penuh semangat, serta keseimbangan antara aksi dan emosi membuatnya tetap jadi salah satu seri terbaik dalam genre shonen klasik. Meski panjang dan punya beberapa arc yang terasa repetitif, kekuatan cerita tentang persahabatan, pengorbanan, dan tekad untuk melindungi orang lain membuatnya abadi.

Di era sekarang, ketika banyak anime berfokus pada kekuatan overpowered atau plot twist rumit, Saint Seiya terasa menyegarkan karena kejujuran emosional dan pesan moralnya yang sederhana tapi kuat. Bagi yang belum pernah menonton, seri ini menawarkan petualangan panjang yang penuh tawa, air mata, dan semangat juang. Bagi yang sudah mengikuti, ia seperti teman lama yang selalu mengingatkan bahwa dengan tekad dan persahabatan, bahkan yang mustahil bisa dicapai. Saint Seiya bukan hanya tentang prajurit berarmor—ia tentang hati yang tak pernah menyerah meski dunia menghantam sekeras apa pun.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *