Review Anime The Café Terrace and Its Goddesses. Anime The Café Terrace and Its Goddesses berhasil menarik perhatian banyak penonton sebagai salah satu romcom harem terbaru yang menggabungkan nuansa slice-of-life santai dengan dinamika keluarga baru yang penuh konflik ringan dan chemistry hangat. Cerita mengikuti Hayato Kasukabe, pemuda yang kembali ke kota kelahirannya setelah kakeknya meninggal dan mewariskan kafe kecil bernama Familia. Tanpa diduga, kafe itu sudah dijalankan oleh lima gadis cantik yang mengaku sebagai “cucu angkat” kakeknya, sehingga Hayato terpaksa tinggal bersama mereka untuk menjaga warisan keluarga sambil berusaha membuktikan bahwa kafe itu lebih baik di bawah pengelolaannya sendiri. Adaptasi anime ini menyajikan campuran komedi sehari-hari di kafe, momen manis antar karakter, serta tarik-ulur romansa yang perlahan berkembang di antara Hayato dan para gadis. Meski mengikuti formula harem klasik, serial ini punya daya tarik tersendiri berkat karakter yang punya kepribadian kuat dan setting kafe yang terasa hidup, membuatnya tetap segar di tengah banyaknya judul serupa. BERITA TERKINI
Karakter Gadis yang Beragam dan Penuh Warna: Review Anime The Café Terrace and Its Goddesses
Lima gadis yang menjadi penghuni kafe menjadi jantung utama dari seluruh cerita karena masing-masing punya latar belakang, sifat, dan hubungan berbeda dengan Hayato yang membuat interaksi selalu menarik. Ada Ouka yang tsundere dan kompetitif, sering bertengkar dengan Hayato tapi diam-diam peduli; Akane yang pendiam dan misterius tapi sangat peka terhadap perasaan orang lain; Riho yang mantan aktris cilik yang cerdas dan suka menggoda; Shiragiku yang pemalu tapi punya sisi kuat saat bekerja; serta Ami yang paling muda, energik, dan sering jadi penutup kekacauan dengan sikap polosnya. Hayato sendiri digambarkan sebagai pemuda serius yang awalnya ingin menutup kafe, tapi perlahan terikat dengan gadis-gadis ini melalui kerja sama sehari-hari dan momen kecil yang membangun kepercayaan. Chemistry antar mereka terasa alami—penuh ejekan, cemburu kecil, dan dukungan diam-diam—sehingga pembaca atau penonton mudah terhubung meski cerita berjalan dengan ritme santai tanpa konflik besar yang mendadak.
Nuansa Slice-of-Life Kafe yang Menenangkan: Review Anime The Café Terrace and Its Goddesses
Salah satu kekuatan terbesar anime ini terletak pada penggambaran kehidupan sehari-hari di kafe yang terasa sangat autentik dan menenangkan. Hampir setiap episode menampilkan rutinitas sederhana seperti menyeduh kopi, melayani pelanggan, membersihkan meja, atau mengadakan acara kecil untuk menarik pengunjung, yang semuanya dibumbui dengan interaksi lucu antar karakter. Komedi sering muncul dari perbedaan pendapat soal menu, kesalahan kecil saat melayani, atau usaha Hayato untuk menerapkan aturan ketat yang selalu berantakan karena ulah para gadis. Visual animasi mendukung nuansa ini dengan baik—warna hangat, detail interior kafe yang cozy, serta ekspresi wajah yang ekspresif—membuat penonton merasa seperti sedang duduk di sudut kafe sambil menikmati suasana. Di balik komedi ringan, ada juga momen-momen kecil yang menyentuh, seperti saat para gadis menceritakan kenangan dengan kakek Hayato atau ketika mereka bekerja keras demi menyelamatkan kafe dari ancaman tutup, menambah kedalaman tanpa membuat cerita terasa berat.
Perkembangan Romansa dan Daya Tarik Jangka Panjang
Meski bergenre harem, anime ini tidak terburu-buru memaksakan romansa utama, melainkan membiarkan perasaan berkembang secara perlahan melalui kebersamaan sehari-hari yang membuatnya terasa lebih realistis dibandingkan banyak judul sejenis. Setiap gadis punya momen pribadi dengan Hayato yang menonjolkan sisi berbeda—dari kompetisi lucu hingga percakapan malam yang lebih serius—sehingga penonton bisa punya favorit tanpa merasa cerita memihak terlalu dini. Musik latar yang lembut serta opening dan ending yang catchy turut memperkuat rasa nyaman saat menonton, sementara pacing yang santai cocok untuk ditonton sebagai pelepas penat. Di tengah tren romcom harem yang sering mengandalkan fanservice berat atau konflik dramatis, serial ini menonjol karena keseimbangannya antara tawa, kehangatan, dan sedikit drama yang pas, membuatnya punya potensi bertahan lama sebagai tontonan ulang yang menyenangkan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, The Café Terrace and Its Goddesses adalah anime romcom slice-of-life yang sangat menyenangkan karena berhasil menyajikan harem dengan cara yang hangat, lucu, dan tidak memaksa. Dengan karakter gadis yang memorable, setting kafe yang cozy, serta pendekatan romansa yang perlahan namun terasa tulus, serial ini memberikan pengalaman menonton yang ringan tapi memuaskan. Bagi penggemar genre harem yang bosan dengan formula over-the-top atau yang mencari sesuatu untuk ditonton santai sambil minum kopi, anime ini jadi pilihan tepat yang sulit dilewatkan. Meski belum selesai dan masih punya ruang untuk berkembang di musim-musim berikutnya, pesona kafe Familia serta penghuninya sudah cukup membuat penonton tersenyum dan ingin kembali lagi kapan saja butuh suasana nyaman penuh tawa kecil.